Puisi cinta

Kini Kau Telah Pergi

 

Sayang …

Disaat aku membutuhkanmu

Mengapa engkau tega pergi jauh

Disini aku merasa sepi tanpamu

Aku benar – benar sendiri

Entah mengapa hatiku selalu gelisah

Aku selalu memikirkanmu

Aku selalu merindukanmu

Tiada lagi yang dapat kukatakan

Aku benar – benar mencintaimu

Kasih …

Jangan kau pergi dariku

Kuharap kau bisa mengerti isi hatiku

Disini, ditempat ini

Kan kutunggu kehadiranmu lagi

 

Artimu Bagiku

 

Tanpa senyummu bahagiaku tak semperna

Tanpa kehadiranmu hidupku terasa hampa

Disetiap mimpiku hanya kau yang selalu kudamba

Dietiap langkah hidupku hanya kau yang kutunggu

Kasihmu meringankan deritaku

Cintamu meluluhkan hati yang membeku

Perhatianmu mengubah jalan hidupku

Setiap detik aku akan selalu mencintaimu

Tanpamu aku bukan siapa – siapa

Takkan ada badai yang meruntuhkan

Takkan ada ombak yang menggoyakan

Takkan ada lagi malam yang sunyi

Aku akan selalu mencintaimu setiap detik

Walau seribu derita yang kujalani

Walau seribu cercaan kuterima

Aku akan terima dirimu dihati

Karena kau anugrah terindah dalam hidupku

 

Bidadari

 

Aku ingin mengisi relung dalam mimpimu

Seperti kau yang selalu datang dalam mimpi

Aku akan datang dan menyapa ramah

Dan mungkin kau akan tersenyum melihatku

Aku tau tak mudah tuk luluhkan hatimu

Dan mematrikan cinta diantara kita

Mungkin ini hanya mimpi

Tak lebih baik aku hidup memandangmu jauh

Dari pada mati tanpa cinta dalam kehampaan

Kamu adalah bidadariku, takkah kau sadari itu

Aku selalu ada saat kau berpaling

Aku akan selalu menyayangimu

Yang di belakang tembok – tembok besar

Walau kau tak pernah bisa melihat

Walau hasrat takkan pernah berbalas

Aku puas hanya dengan melihatmu bahagia

Aku hanya ada untukmu

Walau bukan untuk memilikimu

 

Kasih Yang Dulu

 

Kasih …

Akankah kau rasakan cinta yang ada

Begitu dalam bermakna pada diriku

Kasih …

Mungkinkah rasa cinta yang ada

Aku berikan padamu dulu belum cukup

Kasih …

Seandainya kau tau betapa aku mencintaimu

Mungkinkah kau akan pergi tinggalkan sepi

Kasih …

Kau bersandar dikala beban dipundakku

Kau tak tau betapa sakitnya hatiku

Namun biarlah duka ini sendiri dalam lara

Karena aku telah memutuskan

Dan itu adalah kesalahan terbesarku

Kasih …

Kalaupun kita tak bersatu lagi

Tapi semuanya masih seperti yang dulu …

 

Apa Adanya

 

Hanya kan kau jadikan ku abu

Mengharap pelangi dimusim kemarau

Hanya kan kau jadikan kurapuh

Menunggu mentari dipekatnya mendung

Menjadikan dirimu permata

Dalam buaian senandung luka

Menjadikan dirimu berlian

Dalam peraduan bayang lara

Aku ingin apa adanya

Sederhanakan semua bimbang

Aku mau apa adanya

Biarkan hati menuntun asa

Aku ingin hujan

Yang berawal tetes gerimis

Aku mau senyum yang sungguh setulusnya

Begitu bermakna, begitu apa adanya

 

Kesetiaan Hati

 

Hanya kita yang tau

Mengapa cinta terjalin

Hanya kita yang tau

Mengapa cinta didamba seperti bulan dan bintang

Yang menghidupkan malam menjadi indah

Seperti gelombang mengisi samudra

Hanya kita yang mampu

Melenyapkan ego menjadi tau

Memupuskan keluh menjadi deru

Menyatakan tawar menjadi rasa

Menghadirkan tiada menjadi ada

Hanya dengan cinta yang bisa

Membuat hidup llebih berarti

Hanya cinta sejati yang kucari

Dan hanya cinta itu pula

Kepercayaan dan kesetiaan ada

Kadang aku bertanya pada hatiku

Adakah cinta itu untukku

 

Hari Yang Indah

 

Disaat diri ini tak bisa lagi

Tak kuasa menahan rasa pilu

Hati yang mulai layu

Dan jantung mulai tak berdetak

Kini berubah …

Bagai bintang yang bersinar

Aku dapat menjadikan ada

Semua benda menjadi bunga

Hitam putihkan kehidupan

Berwarna menjadi indah

Itu karena cinta sepertimu

Yang mengubah hari – hari menjadi indah

Yang sungguh sangat berarti

Dalam detik ini sampai esok

 

Bukan Cinta, Bukan Sayang

 

Setiap detik kurajutkan

Harap dalam penantian

Hingga saatnya bisa bertemu dirimu

Menanti dan menanti …

Hilang kulalui tiada tenang

Hati ini resah dan gelisah

Menanti esok hari dan datangnya pagi

Perjumpaan denganmu …

Setiap detik aku tunggu

Bioa bukan cinta

Mengapa mata ini

Selalu mencari kemana bayangmu pergi

Bila bukan sayang

Mengapa hariku tak lengkap

Tanpa ada kata dan senyummu

Lalu harus bagaimana perasaan ini

Aku selalu menunggu dirimu

Dalam penantian tertunda

 

Khayalan

 

Aku telah lama mencarimu

Hingga kedalam dunia mimpi

Sering kujumpai dirimu

Dalam gambar yang terbayang lama

Aku ingin kau yang berbeda

Menempatkan aku dalam hatimu

Ada hati yang sangat mencintaimu

Ada banyak sisi pada dirimu

Yang tak dapat aku mengenalmu

Dengarlah bisikan hatiku

Jangan tatap aku seperti itu

Matamu aku tak sanggup

Wajahmu tak bisa kupandang

Kau tak mengerti aku ini

Tentramnya bila aku rasakan

Ada didekatmu, kasih …

Sesuatu yang kurindukan ini

Adalah hidup bersama denganmu

 

Permintaan Hati

 

Waktunya telah tiba

Saatnya ini untuk berkaca

Apa yang kita torehkan

Selain mengingat dirimu

Tak ada lagi yang lebih penting

Aku hanya ingin menyapamu

Dengan satu cinta dan do’a

Semoga ada cinta dihatimu

Jangan berhenti untuk mencintaiku

Jangan pernah duakan hati

Setialah satu cinta untukku

Bahagia selalu menjalani hidup

Empat pinta hati dan ragaku

Hingga maut memisahkan kita

Saat nyala lilin membias diwajahmu

Kusatukan doa demi bahagia

Aku berjanji pada dirimu

Akan terus mengeja hati untukmu

 

Aku Bukan Kekasihmu

 

Aku menyayangi dirimu

Tapi aku bukan kekasihmu

Aku perhatian denganmu

Tapi aku bukan dari keluargamu

Aku siap membagi rasa sakit

Tapi aku tak sedarah denganmu

Aku adalah sahabat …

Sahabat sejati dirimu

Jika marah seperti ayahmu

Peduli dan sayang seperti ibumu

Akan menganggu seperti kakakmu

Membuatmu kesal seperti adikmu

Dan akan menyayangi dirimu

Akan lebih seperti kekasihmu

 

Sepi Kelahiranku ( Ultahku ke – 23 )

 

Disini aku hanya mengharapkan

Walau itu adalah bukan milikku

Kalaupun itu bukan jadi hakku

Aku hanya ingin dan butuh sedikit

Hari ini tepat hari lahirku

Tapi entah kenapa aku kecewa

Tak seperti hari yang lalu itu

Aku bangga dengan hari ini

Tapi juga kecewa dengan semua

Disini aku terlantar rapuh

Tak berdaya untuk berbuat

Ya Allah kenapa dan mengapa

Semua tak peduli akan hidupku

Atau mereka benci dan tak menganggap

Ini darahku masih mengalir

Jantungku masih berdetak

Tapi mereka belum kunjung datang jua

Aku akan tetap menunggu …

 

Bahagia Dalam Duka

 

Ragaku masih terpaku disini

Menunggu mereka yang datang

Aku berharap mereka ingat

Dan berucap walau detik terakhir

Jiwaku gelisah masih menanti

Dini hari terbangun tubuh ini

Bangkit dan mulai menghitung hari

Aku sudah dewasa kini

Tapi bahagia tak kunjung jua

Aku menangis hari ini

Benci akan hidup ini

Karena mereka lari dalam hidup

Dan aku mulai bangkit lagi

Tak mau larut dalam kecewa ii

Aku akan bahagia dan bangga

Tanpa mereka yang tak memberi bahagia

Terima kasih tuhan buat hari ini

Sembah sujudku hanya pada kiblatmu

 

Mengapa Kau Pergi

 

Kau datang untuk diriku

Sebagai pendamping jiwaku

Kau beri aku semangat

Untuk menjadi pelipur hatimu

Kau beri aku cinta

Tapi cinta yang terpendam

Didalam jiwa, laramu

Cinta yang penuh kisah kaku

Dan kini cintamu

Kau hilangkan tanpa

Tanpa kata yang kau ucapkan

Aku sendiri disini, penuh menanti

Kasih …

Mengapa kau pergi

Apakah aku ini

Serba salah bagimu

Higga kau tak pernah peduli

 

Tinggal Kenangan

 

Kasih tak sampai

Tangan ini untuk menggapaimu

Karena dalam pelukan

Kau berlari dalam jauh

Tak bisa aku miliki

Kubiarkan dirimu pergi

Agar kau bahagia

Dengan cinta dan masa depanmu

Dirimu dalam penantianku

Dan kini aku tak mengharapkan

Karena aku tak pernah ada

Aku bukan tercipta untukmu

Biarkan semua nya tersimpan

Dalam kenangan yang tak ada

Yang seperti debu

Hilang kemudian sirna

 

Untukmu Sahabat

 

Saat aku mulai mengerti

Tentang hidup ini

Aku butuh tumpahan rasa

Yang sudi menemaniku

Saat mata memandang

Sampai mata lelah dan terpejam

Aku akan tertawa bersamanya

Ketika aku bahagia

Dan aku menangis

Karena berbagi rasa sedih

Aku akan berlari dalam gelap

Karena aku malu membaginya

Tak kan pernah ada kata putus

Selagi langkah terus terkayuh

Meski masa akan terhapus

Sahabat akan tetap ada

Untukmu …

Terima kasihku sahabat

 

Bukan Milikku

 

Dirimu selalu pergi

Jika aku mendekatimu

Tapi jika kau didekati orang

Kau selalu menerimanya

Dan aku cemburu

Walau kau tak tau

Apa arti perhatianku

Bila tak pernah diucap

Indah dengan seribu rayuan

Dan kini kau milik orang

Bukan impianku lagi

Kau hapus aku dan kenanganku

Hingga terpisah jarak dan waktu

Walau kau bukan milikku

Kenangan kita tinggal kenangan

Yang menjadi perubahanmu

Dan menjadi kedewasaan hidupku

 

Cinta Yang Dulu

 

Satu kata kau ucap

Seribu kata aku jawab

Kata – kata ku bisa membuat

Kau senang dan duka

Perpisahanku denganmu

Bukannya aku benci

Tapi demi kebahagiaanmu

Kasih maafkan aku

Karena aku terpaksa

Untuk memutuskan ini

Tapi bukan berarti kita membenci

Kini aku berada di seberang surgamu

Sama – sama mencari kasih yang baru

Walau tak seperti

Cinta yang dulu

Tapi …

Berharap bisa berlalu

 

Beri Aku Cintamu

 

Di tengah kegelapan malam

Terbayang wajahmu yang cantik

Dan senyum yang indah rupawan

Kilauan cahaya bulan

Menerangi aku dan bayangmu

Saat melihat bulan

Tiba bayangmu didepanku

Aku berkata dengan gemetarnya

Aku mencintaimu …

Ingin kudekap bayangan itu

Agar aku dapat merasakan

Belaian cinta dan pelukanmu

Tapi aku sadar ini adalah

Angan – angan lamunanku

Sayang …

Beri aku cintamu

Dari hatimu yang sesungguhnya

Sesuci dan sebening embun

 

Menanti Tanya

 

Kau datang mengisi waktuku

Dekati aku dengan kasih sayangmu

Kau simpan rasa cintamu

Cinta terpendam sejak dulu

Kau biarkan cinta itu

Hingga aku tak menyadarinya

Kau lakukan demi rasa

Dan akhirnya terluka

Sekarang kau telah berubah

Puas dengan menanti tanya

Cinta dengan sepenuhnya

Yang tak bisa kau dapatkan

Dengan sendirinya

Tanpa kau mengenal lelah

Maafkan aku …

Bila aku tak tau cintamu

Bila aku telah sakiti perasaanmu

 

Aku Mencintaimu

 

Aku yang menjadi pengagum rahasiamu

Ingin berkata tiga kata hati

Tapi saat kau dekat disini

Aku hanya terdiam, terpanah dan resah

Aku tak bisa mengungkapkan perasaan

Ini tak seperti yang kumau

Cinta yang hanya terpendam

Disetiap saat aku hanya terus memanggil

Walau dirimu tak menghiraukan

Aku selalu mengharapkan

Agar kau mengerti dan memahami

Sekian lama aku tuggu

Kau selalu menghindar dariku

Haruskah aku ucapkan

Atau …

Kuhempaskan perasaan ini

Tiga kata yang terpendam

I LOVE YOU ….

 

Go to sucsess,…..

Semoga bisa menjadi inspirasi baru untuk lebih baik …..

Salam hangat dari saya……………!!!!

 

Penulis :

By. Novian Putra Bengkulu ( Nopiwan Abadi )

 

 

 

 

 

 

 

This entry was posted in Tak Berkategori. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s