Puisi baru

Bahagia Bisa Menyayangimu

 

Entah sampai kapan ku bisa bertahan
Menjaga seutuhnya kasih sayangku
Meski dia bukan milikku,aku bahagia..
Meski aku tak sesempurna seperti yang dia minta
Aku tetap bertahan
Dimanapun aku menatap dunia
Yang terbayang hanya senyum terindahnya
Bahkan saat aku tak bisa lagi menatap dunia

Kuharap aku bisa merasakan hangat canda tawanya

Selamanya aku menunggu

Hingga dia menyadari akan kasih tulusku

 

Dengan Bangga

Kalau aku hanya bisa menjadi temanmu
Kalau hanya itu tempat untukku dihatimu
Kan kuterima itu dengan bangga
Kubuktikan diriku yang terbaik untuk menjalaninya
Kan kuberikan kepadamu bahuku untuk tempat mengadu
Kan kutunjukkan betapa pedulinya aku padamu
Aku kan selalu siap saat kau membutuhkanku
Aku akan selalu berada didekatmu
Kalau aku hanya bisa menjadi temanmu
Yang mendengar saat kau menangis
Kan kuterima itu dengan bangga
Kan kujalani dengan suka cita
Cintaku padamu lebih dalam
Daripada yang akan pernah kau sadari
Tanpa mengharapkan kau mencintaiku
Untuk itu mesti ku biarkan kau berlalu
Kau perlu waktu untuk menemukan tujuanmu
Kau perlu waktu untuk merenungkan pikiranmu
Tapi, saat perjalananmu berakhir
Dan jalur yang kau tempuh selesai sudah
Ingatlah aku sahabat baikmu
Yang mencintaimu sejak awal mula

 

Menyambut Masa

Kumemandang langit berselimut awan
Memaknai hidup yang penuh ujian
Berjalan tuk menggapai tujuan
Berlari dengan penuh pengorbanan
Pengorbanan tuk mengadapi masa
Masa yang tak kutahu kapan kan tiba
Saat semua manusia bersimpuh dihadapan-Nya
Merasa rendah dan terhina
Ku tak tahu, cukupkah bekal yang kubawa
Saat harta tak lagi bermakna
Keluarga tak lagi bisa membela
Mulut-mulut tak bisa lagi berkata dusta

 

Cinta Tak Berbalas

 

Ingin ku memilikimu
Ingin ku mendengarmu
Dan Ingin ku merasakan cintamu

Tapi semua itu

Hanya khayal waktu
Yang Membutakan mataku
Di tengah tengah kabut
Tipis , di atas laut
Hujan cerita tentangmu
Menjadi koleksi di telingaku
Bagai alunan melodi merdu

Yang tak dapat pudar di makan waktu
Semua gambar dirimu
Menjadi bagian Wallpaper Hp-ku

Yang setia ku pandang selalu
Tanpa memperdulikan mutu

 

Jiwa Yang Lemah

Hatiku tentram dan damai

Jika aku diam sndiri

Ketika kekasih bersamaku

Cintanya padaku tak pernah terbagi

Dan dengan benda yang fanah selalu mengujiku

Kapan dapat kurenungi keindahannya

Dia akan menjadi mihrabku

Dan rahasia – Nya menjadi kiblatku

Bila aku mati karena cinta sebelum terpuaskan

Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini

Penawar jiwaku, pulihkanlah …

Jiwa telah bersatu denganmu

Suka cita dalam jiwaku, semoga kekalah

Jiwaku, kau sumber hidup ini

Dan dirimu jua birahiku berasal

Dari semua benda fana di dunia ini

Dariku telah bercerai

Hasratku adalah bersatu denganmu

Tempat hati melabuhkan rindu

 

Meminta Ridhomu

 

Astafhirullah sujud hamba hanya pada mu

Terasa berat beban hamba dihadapi

Terlatih, terbungkuk, terpikul, beban hamba

Hanya mengharapkan ridho engkau ya robbi

Masa depan yang dihadapi terfana

Kucemas tentang semua hal tak pasti

Yang selalu menghantui mimpi – mimpiku

Amanah menjalankan titah engkau

Ketakmengertian, keangkuhan akan diriku

Merasa kecemasan masa depanku

Rasa dendamkah yang membuat semuanya terjadi

Astafhirullah sujud hamba hanya padamu

Kucoba mengubah, mendekat diri padamu

Kuraih, kurangkuh kasihmu

Jangan lupakan hambah akan perintahmu

Dengan ketakacuhan hambah ini

Abdiku …, sujudku …, hanya padamu

 

Karunia Indahmu

 

Dengan namamu Ya Allah

Langkah ini dimulai

Menjejahkan kaki yang legam ketanah

Di bumimu ini nan indah permai

Kuhirup udara ini bergantian

Kuhembuskan kembali tiada henti

Kan ternoda alam ini

Dengan karuniamu Ya Illahi

Kuteteskan peluh disepanjang waktu

Kudapatkan bahagia di alam mu

Dan lupa akan nikmatmu

Disaat aku temukan kepedihan

Kaulah pertama aku menempat

Relakan aku pergi bersamamu

Dengan ridhomu Ya rizky

Aku tanamkan benih duniaku

Agar aku menuainya

Pada batang kasihmu dalam ridhomu

 

Kesedihan Hati

Kini hidup terasa sunyi

Tak ada yang mengerti isi perasaanku

Kumelangkah tanpa tujuan

Jatuh dan tegak kembali

Semua itu tak berarti bagiku

Mengapa dengan kehidupan ini

Bertahun – tahun tak ada perubahan

Tubuhku hanya tinggal tulang

Karena hanya memikir siang dan malam

Kucoba untuk mengingat, untuk melupakan

Janganlah engkau memikirkan aku lagi

Bila aku sudah memutuskan

Apa yang telah kita impikan

Kehidupan ini menjadi gelap

Karena aku telah memutuskan

Tapi rasa tak dapat melupakan

Kumulai menidurkan tubuh ini

Terbaring mengingatkan wajahmu

Namun aku tak bisa memilikimu

 

Melepasmu

 

Mungkin kau bisa tanpaku

Dengan begitu mudah kau melupakan

Sedikitpun tak ada rasa mengeluh

Untuk melepaskan diriku ini

Diriku begitu susah memikirkan

Menghilangkan dirimu dari benakku

Tetap diriku tak bisa untuk

Mungkin ku bisa membencimu

Menghilangkan perasaan ini

Yang membuat diriku tersiksa batin

Ketika aku berharap terbangun

Disaat aku tertidurkan lelap

Aku bisa melupakan dirimu

Dengan segala kebencian yang ada

Melepas kenangan yang indah

Menutup sebuah diary hati

Aku ingin ini berakhir

Diary hatiku ini seperti mimpi

 

Kecewa Akan Sikapmu

 

Kau buat diriku kecewa dengan sikapmu

Aku merasa bosan dengan kekangan mu

Disaat aku percaya akan mu

Kau tak pernah percaya akan itu

Masih meragukan rasa hati ini

Ini apakah salah diriku

Begitu tega dengan perasaan ini

Mungkin ini karma hidup

Yang pernah acuhkan kehendakmu

Cinta apakah hati ini salahku

Benar atau salah langkah hati ini

Diriku lumpuh akan sikapmu

Hati ini menggantung tak tau

Cinta apakah ini salah ku

Mati karena cinta ku

 

Rasa Takut

 

Banyak kata yang ingin aku ucap

Terbendung hanya dalam jiwa

Mengikat dalam pikiran ini

Membara dalam sebuah asaku

Saat aku akan berucap kata

Aku sampai tak tau kenapa

Diamku hanya membendung kata

Yang tak sempat berkata apa

Akan kata itu tak berarti

Saat aku takut ungkapkan

Keluh kesah hati perasaan ini

Bimbang dan ragu untuk mau

Tapi hati ini juga tak mampu

Aku takut akan apa yang terjadi

Hingga aku mengeluh lelah

Dengan perasaan akan keraguan

Dalam jiwa bergejolak kecewa

 

Kekasihku

 

Dari sini kulambaikan tangan

Selamat malam kekasihku

Bunga – bunga kamboja gugur

Gugur tiga, gugur lagi …

Jadi empat dan lima …

Tanah nya basah karena hujan

Kau diam disana kasih

Kau yang selalu ada

Dalam kenangan ku

Hidup dalam doa – doaku

Selamat jalan kasih

Aku akan pergi lagi

Kehari esok yang jauh …

 

Satu Kelahiranku

 

Kupercaya bahwa ada

Di negeri sana, entah dimana

Bersinar dengan cahaya bintang

Dan satu adalah pasti untukku

Aku tau akan tinggal

Diantara yang datang dan pergi

Berdiri dibumi yang panas

Ditanah yang legam ini

Menengadah kelangit yang biru

Dan seakan kau bertanya

Akan hujankah hari ini

Seekor burung masih saja terbang

Ditangga ini aku berdiri

Berjaga sepanjang malam

Yang lahir beribu kelahiran

Kupercaya satu diantaranya adalah

Kelahiranku …

 

Mimpi Malam

 

Malam – malam digelap ini

Tanpa sinar cahaya apapun

Saat kunyalakan lilin putih

Tapi padam ditiup angin malam

Sayup kata terdengar

Dalam kesunyian malam itu

Suara yang tak aku kenali

Dan terus kudengar memannggilku, Sayang …!

Suara hati berkata

Dan bangkit dari tidurku

Tapi aku tak merasakannya

Suara itu terus memanggilku

Bangun, bangun tidurnya  sayang …

Matahari telah bersinar

Dan buka jendela mu …

Cahaya akan masuk …

Begitukah indah impianmu …

 

Dedaunan Yang Gugur

 

Saat ku tidur – tidur ditepi pantai

Angin laut yang lembut

Daun – daun tua berguguran

Menghinggapi rambutku lalu jatuh …

Tak kubuang, satu mimpi mendatang

Tentang hari esok yang tak terbayangkan

Menatap jauh ketengah lautan

Ke kapal – kapal nelayan sedang berlabuh

Layar berkembang merenungi birunya lautan

Begitu indah hari ini

Dan aku sendiri

Terbaring di batuan pantai

Dedaunan yang gugur dirambutku

Tak mau kubuang

Dengan itu aku merangkai kata dan, …

Membaca ….

 

Sahabat Istimewa

 

Sahabat yang pernah singgah dihatiku

Kuingin kau jadi sang bintang

Yang slalu menerangi setiap malam – malamku

Sahabat yang pernah singgah dihati

Kuingin engkau jadi sang mentari

Yang slalu menghangatkan tubuhku

Sahabat yang pernah singgah dihati

Kuingin engkau jadi sang pelangi

Yang slalu memberi warnna dalam hidupku

Sahabat yang pernah singgah dihati

Kuingin engkau jadi sang kumbang

Yang slalu menghisap sari maduku

Kuingin engkau jadi kekasihku

Yang slalu ada disaat suka maupun duka

Kuingin engkau jadi milikku

Sebelum ajal menjemputku

Walau hanya beberapa detik saja

 

Harapanku

 

Kasih, semenjak kau putuskan hubungan ini

Hidupku menjadi tiada berarti

Aku bagaikkan ranting – ranting yang telah patah

Aku bagai bunga yang telah layu kering

Layu tiada lagi kumbang yang menghisap maduku

Kasih, andakan saja kau mau memberikan kesempatan

Aku ingin ada disampingmu

Aku ingin mengungkapkan isi hatiku

Hatiku yang hampa tanpa dirimu

Kasih, andaikan kau tau perasaan ini

Perasaan yang hancur tanpa dirimu

Kasih, kembalilah ke dekapanku

Aku slalu menunggu kehadiranmu

I hope will always comed your my darlling

 

Kesadaranku

 

Waktu terus berlalu

Kasih sayangmu, kerinduan kini telah tiada

Kau memilih perpisahan antara kita

Aku kira kau Cuma bercanda

Ternyata kau benar mengucapkan nya

Kini aku menyadari diriku

Aku tak pernah mengerti perasaanmu

Aku tak pernah menghargai pengorbananmu

Maafkan aku tak seperti yang diinginkan

Jujur, aku tak bisa tanpa dirimu

Kau adalah cinta pertama dan terakhirku

Kini ku abadikan namamu dihatiku

Walaupun aku tau kini kau telah jauh

 

Ingat Kamu

 

Bila aku ingat dirimu

Hati ini sangat hancur

Air mata ini bercucuran membasahi

Aku tak bisa menyebunyikan kesedihan

Aku bagai hidup dalam bayang – bayangmu

Bila teringat kau putuskan aku

Bila teringat dirimu, hati ini berbunga

Hidup ini penuh dengan warna

Kan ku merasa selalu bahagia

Bila teringat kau puji diriku

Bila ku teringat dirimu

Hati ini sangat merindukanmu

Hidupku menjadi lebih berarti

Aku merasa selalu sendiri

Bila teringat kau jauh dariku

 

Sang Purnama

 

Dimalam purnama ini

Sang purnama menampakan cahaya

Bintang yang bertebaran diatas sana

Dan ditemani angin malam

Akupun duduk termenung

Melihat indahnya sang purnama itu

Merenung sendiri tanpa ditemani

Dan membayangkan indah nya wajahmu

Canda, tawa, dan senyummu

Yang selalu hadir diseetiap anganku

Sampai detik – detik telah berlalu

Tak bisa melupakan mu

Engkau selalu hadir dalam bayang

Seakan engkau selalu menemani

Dalam setiap langkah ini

 

Go to sucsess,…..

Semoga bisa menjadi inspirasi baru untuk lebih baik …..

Salam hangat dari saya……………!!!!

 

Penulis :

By. Novian Putra Bengkulu ( Nopiwan Abadi )

 

This entry was posted in Tak Berkategori. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s