Puisi Bagus

PUISI KREATIF

SEJUTA  KENANGAN

DAN

MASA  LALU

noviansadjha@yahoo.co.id           2011

 

 

 

Mutiara Cinta

 

Kutepis sejuta pilu

Bersama senyuman

Dan cinta yang kau persembahkan

Hingga kini kutemukan

Yang selama ini aku impi – impikan

Dan itu ada pada dirimu

Sejuta kata cinta kau ucapkan untukku

Sehingga membuat aku terlena

Oleh kata – kata cinta

Yang kau ucapkan padaku

Cinta dan kasih sayangmu

Dan ingin ku ucap rasa ini padamu

Meski kau tak harus mendengarnya

Meski diwarnai bunga – bunga cinta bertebaran

Tapi aku percaya

Kalau kamu juga sayang aku

 

Jika

 

Jika kau benar menyayangi aku

Marahi jika aku salah

Ingatkan aku saat aku khilaf

Bahagiakan aku sat sedih

Jika sayingmu adalah benar

Jangan kekang aku dalam ikatan

Ikatkan saja tali tanpa simpul

Dan biarkanaku dalam duniamu

Jika merasa aku miliki

Ingatkan aku pada perubahanku

Terima dengan segala kekuranganku

Dan jika kau mencintaiku

Katakana jika kau tak mengizinkan ku

Katakana jika aku slalu kecewakan mu

Jangan diamkan kesalahan itu

Kulepas kau bersama cinta ku

Aku sayang kamu …

 

 

Someone

 

Hadirmu slalu kunanti

Untuk wujudkan sebuah asa yang tertunda

Merengkuh bahagia bersama selamanya

Namun entah dimana kutemukan

Di dasar lautkah atau di hutan belantara

Khayalan tentang cinta tak kan pernah pupus

Walaupun kau hanya seorang sahabat

Akankah kau hadir untukku

Karena aku ingin hidup dalam dekapan cintamu

Saat aku mulai mengerti

Tentang arti hidup ini

Aku butuh tumpahan rasa

Yang sudih menemaniku

Disaat aku lagi sedih dan bahagia

Tidak seperti saat ini

Hanya perasaan sakit hati

Yang aku rasakan

Dari pecundang sejati

 

 

Pertama Dalam Cinta

 

Disaat sunyi yang hening

Pertama kali aku mengenalmu

Dan langsung namamu melekat

Dalam hati ini…

Senyummu, canda, dan raut muka

Yang tak pernah aku lupakan

Karena dengan memndang wajahmu

Hati ini merasa sejuk dan damai

Kelembutan suaramu

Yang dipadu dengan senyummu

Yang slalu hadir disetiap…

Kita bercerita, dan bercanda

Perhatianmu…

Yang membuat diri ini

Slalu ingin terbang

Menuju kebahagiaan bersamamu

Slamanya…bersamanya…

 

Bunga

 

Sekuntum indah permai

Kini telah hadir dihati

Sebagai pengisi jiwa dan penghilang duka

Wahai bunga…

Kau yang bisa menghidupkan semangatku

Kau yang bisa menyejukan jiwaku

Dan kau yang bisa menjadi penerang hidup ini

Perkenalan antara kita

Membuai sebuah kisah

Walau hanya sesaat

Kisah cinta orang berkata

Oh…tuhanku yang maha segalanya

Jangan pisahkan cinta ini

Jangan putuskan perasaan hati

Walau untuk sementara sampai nanti

Aku sangat mencintainya

 

 

Relung Hati

 

Kekasih yang tak dianggap

Salahkah jika aku mencintainya

Mencintai cintaku padamu

Haruskah aku menyalahkan

Sang waktu…

Karena aku lebih dulu mengenalnya

Dan salahkah aku karena masih

Menyimpan dia disudut hati

Dulu aku mencintainya

Sepenuh hati…

Tiada…rasa itu tak berkurang

Aku tak tahu itu

Mengapa semua bisa berubah

Maafkan aku karena sakitimu

Cinta itu terlalu erat mengekangku

Dalam kenangan dan asa

Yang terus menumpuk dihati

 

 

Harapanku

 

Datangmu mengejutkan hati

Hingga aku tak bisa

Lepas akan kenangan

Dan dirimu menjadi bayangku

Berulang kali aku

Ingin ungkapkan cinta

Kau acuh dan diam saja

Sungguh aku tak mengerti

Kini harapan ku padamu

Terbuang bersama sang waktu

Dan teriknya matahari panas

Tapi hati dan cinta tidak

Aku masih berharap

Dengan kebencian cinta

Harapku tak kan berakhir

Walau cintamu tak dihatiku

Tapi harapanku akan cintamu

Terus ada dari waktu ke waktu

Demi Masa

Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintamu

Hingga tak bisa satupun menganggu dalam jumpamu

Tuhanku, bintang gemintang berkelap – kelip

Manusia terlena dalam terbuai tidur lelap

Pintu – pintu istana telah rapat tertutup

Tuhanku, demikianlah malampun berlalu

Dan inilah siang akan datang menjelang

Aku menjadi resah gelisah

Apakah persembahan malamku kau terima

Hingga aku berhak mereguk bahagia

Ataukah itu kau tolak,…

Hingga aku dihimpit duka

Demi kemahakuasaanmu

Inilah yang akan selalu kulakukan

Selama kau beri aku kehidupan

Demi kemahakuasaanmu

Andai kau usuir aku dari pintumu

Aku tak akan pergi berlalu

Karena cintaku padamu sepenuh qalbu

Jiwa dan Raga

 

Jiwaku sejuta menahan keluhan

Kadang hidup seperti sampah – sampah dan bunga

Terbuang, gugur, dan jatuh dari dahan

Perbedaan antara jiwa dan raga

Hari yang cerah dimusim dingin

Mengemban banyak perbedaan

Aku persembahkan semua lelah

Demi rasa setelah tiada

Sakit ini tak ada yang tau

Kecuali aku merintih lelah hidup

Perih menahan pilu yang tak sadarkan

Untuk meraih bahagia aku relakan

Bertalut qalbu menahan segala

Mencari jalan untuk bahagia

Merengkuh lelah tak pernah menyapa

Mengejar impian dan cita – cita

Kutinggal kenangan untuk semua

Aku rela …, untuk setelah aku tiada

Kehilangan

 

Kasihku …

Dipersimpanagn jalan cintaku

Kulepas dirimu berlalu bersama cintaku

Di batas kota ini kuiringi kepergianmu

Dengan hati rela diiringi derai air mata

Persembahan terakhir untuk mu

Kasihku …

Aku rela melepasmu pergi dari sisiku

De3mi masa depanku, demi bahagia orang tuamu

Dan demi dia yang mencintaimu

Walau dirimu telah dilain hati

Bersam cintamu biarlah kenanganku

Kubawa pergi bersama bias bayangmu

Sebagai pengganti dirimu

Untuk melepaskan segala kerinduan

Dihati ini … cintaku

 

 

Sebuah Kata

 

Kulihat bayangmu dalam kegelapan malam

Melangakh menjauh dariku

Mendekat pada angin malam dalam kegelisahan

Wajahmu pucat pasi tak seperti biasa

Tubuh mu dingin bagai air membeku

Mulut mu diam seribu bahasa

Apakah yang telah terjadi …???

Sudah kata – kata indah dalam bibirku

Tenggelam bersama hausnya aku akan ucapan mu

Bagai hati tersambar petir saat ku tau

Kau menghilang dari hadapku

Dan tak kembali disini bersamaku

Untuk menjalin cinta diakhir hidup

Aku tau tapi mengapa aku tak pernah rela

Melepas kepergian mu dari sisiku

Tak bisa menemukan kehidupan yang baru

Selamat jalan kasih …

Sebuah kata tak pernah bisa ku ucap

Kenangan Laluku

 

 

Dihati terjadi sesuatu

Tak hendak aku lupa

Hingga hari ini jua

Tak luput dari ingatan

Indahnya bila kukenang

Dirimu yang disana

Sedih ratap hati ini

Kini kau jauh dariku

Namun ada dalam bayang

Mimpiku disuatu hari

Akankah kita bersua

Dan saling menyapa lagi

Ataukah rasa canggung di dada

Begitu besar membara rasa

Hingga tak dapat berkata

 

 

Janji Hatiku

 

 

Rintik – rintik hujan hiasi hari

Awan melayang hitam tak ceria kupandangi

Seolah langit tau

Ada duka dihatiku

Aku sedang tersungkur

Jatuh disebuah perhentian

Kini impianku tuk bahagia mereka

Akankah ku dapat tuk membalas semua

Kasih sayang dan harapan impian mereka

Aku harus mengubahnya

Cara hidup … cara berjalanku …

Tuk gapai masa depan hidup

Ingin aku melangkah, melangkah …

Ingin aku berlari – lari

Mengejar semua kekurangan ku

Aku berusaha demi mereka

 

Kisah Kita

 

 

Malam berlalu …

Tapi kisah kita masih juga belum berakhir

Jumpa mimpi yang terus yang berulang

Menjerat dan mengikat janji hati

Pada tiang takdir mu yang gelap

Senja adalah gerbang tempat ku terpaku

Teteskan lara mematang

Dalam luka dan ketakutan

Untuk setiap keingkaranmu

Ku penuhi hati mu dengan kutukan

Malam terus berlalu

Tidak ada tamat kata

Untuk kisah kita

Walau seribu kata terlontar dari jiwa

 

 

 

Dulu

 

 

Dulu …

Kupikir kau hanya mencintai ku

Kusangka kau hanya setia pada ku

Ternyata kau hanya bersembunyi di belakang ku

Dulu …

Aku kira kau tak mengenal sahabat ku

Aku piker tak mengapa …?

Mengenalkan diri mu

Ternyata kau memilih berlalu dari ku

Dulu …

Tak tau mengapa aku jatuh hati pada mu

Banyak orang bicara tentang mu

Aku telah salah menilai mu

Karena kau seorang penghianat cinta

Aku rela walau kecewa

Dari mu dulu berlalu  …

 

Detak Mimpiku

 

 

Aku mengeja kata dikeningmu

Ketika setetes harapan mengalir menjadi embun

Membasahi pagi yang mekar jadi mawar

Seperti ulat menjadi kepompong keil

Dan semut menembus kaca berlian

Hampa sudah bertahun – tahun

Mengenggam berbuat asa

Aku menanti sebuah harapan

Dalam kembara berlayar kepulau

Tak sampainya tujuan tak sampai

Maka dengarlah detak mimpiku

Mimpi dari penantian untuk jadi pendamping mu

Yang menguap jadi butir – butir cinta ini

Dari sebait puisiku

Hiasi hari – hariku penuh harapan cinta itu

 

 

Teratai

 

Dalam kebun di halaman rumah ku

Tumbuh sekuntum bunga teratai

Indah permai

Dengan kembang tersembunyi

Yang dilihat sewaktu orang lalu lalang

Akar teratai tumbuh dihati dunia

Seakan dalam hati seorang pujangga

Daun berkembang berseri – seri dipagi hari

Biarkan seroja kembang indah gemilang

Teruslah, oh … teratai bahagia

Berserilah dsetiap pagi maupun sore

Wakau kau hanya sekuntum kau penjaga hati

Tanpa kamu aku tak bahagia

Walaupun engkau tidak dilihat

Yang menyukai keindahan mu

Biarpun engkau tidak diminat

Aku kan tetap menjaga mu

Karena kau hatiku ada

 

Mengemban Dosa

 

Tetesan embun nan bening
Menghias pagi yang hening
Kicauan burung nan indah
Menghibur hati yag gelisah
Gelisah karena dosa
Yang membuat hati semakin tersiksa
Membuat mata seakan buta
Membuat lidah tak mampu bicara
Ku sadar….
Dosa ini terlalu besar
Tapi ku juga sadar
Ampunan Robbku jauh lebih besar
Bagi mereka yang mau bertaubat
Kembali ke jalan yag benar

 

 

 

Go to sucsess,…..

Semoga bisa menjadi inspirasi baru untuk lebih baik …..

Salam hangat dari saya……………!!!!

 

Penulis :

By. Novian Putra Bengkulu ( Nopiwan Abadi )

 

This entry was posted in Tak Berkategori. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s